Emosi - Pengertian, Macam-macam, dan Cara Mengendalikan
Anggota pramuka tidak hanya dituntut untuk tangguh dalam aspek fisik, namun juga dalam aspek-aspek emosional. Idealnya seorang anggota pramuka tidak hanya belajar tentang keterampilan membaca arah dan kompas, sandi, tali-temali atau cara-cara untuk bertahan di alam bebas, namun seharusnya juga belajar tentang emosi dan bagaimana cara untuk mengendalikannya. Karena itulah seorang anggota pramuka penggalang bisa dikatakan cakap apabila mampu untuk mengendalikan emosi diri sendiri dan membantu mengendalikan emosi orang lain.
Tentang Emosi
Emosi merupakan bagian penting yang pasti dimiliki oleh setiap manusia. Emosi memiliki berbagai macam jenis dan juga berbagai reaksi yang berbeda-beda dari setiap manusia untuk menunjukkan atau mengungkapkannya. Pada poin kelima dari SKU penggalang ramu, rakit ataupun terap, seorang pramuka penggalang harus bisa menjelaskan tentang emosi, ciri dan cara mengendalikannya sebagai salah satu bentuk usaha untuk memahami diri sendiri dan juga orang lain.
Ketercapaian Kecakapan:
- Dapat menjelaskan tentang emosi. (Ramu)
- Dapat menyebutkan berbagai macam emosi dan ciri-cirinya. (Ramu)
- Dapat menjelaskan cara untuk mengendalikan emosi. (Opsional)
- Dapat menjelaskan ciri-ciri orang yang dapat mengendalikan emosi. (Rakit)
- Dapat membantu mengendalikan emosi teman sebaya. (Terap)
Apa itu Emosi?
Emosi sebenarnya bukan hanya tentang kemarahan. Secara sederhana pengertian dari emosi adalah reaksi psikologis (pikiran) dan fisiologis (fisik) yang muncul sebagai respon terhadap suatu situasi, peristiwa, atau pemikiran. Emosi pada dasarnya memiliki banyak peran dalam hubungannya dengan kehidupan manusia seperti misalnya emosi merespon adanya bahaya, merasakan empati, kasih sayang, melakukan penilaian moral, dan juga membantu dalam pengambilan keputusan. Emosi timbul dalam perasaan seubjektif yang setiap individu memiliki respon yang berbeda bahkan saat dalam kondisi atau situasi yang sama.
Macam-Macam Emosi Dasar
Contoh dari bentuk-bentuk emosi dasar adalah sebagai berikut.
- Senang - Gembira; Bahagia; Perasaan baik/suka/nyaman tanpa ada kesusahan/kekecewaan. Emosi senang biasanya diekspresikan dengan cara tersenyum, tertawa, dan juga berwajah ceria.
- Sedih - Susah; Duka; Perasaan bersusah hati, kecewa, atau terluka dalam hati. Emosi sedih biasanya diekspresikan dengan cara menangis, murung, dan wajah tanpa semangat.
- Marah - Gusar; Perasaan yang sangat tidak senang/benci yang membara sebagai respon dari sesuatu yang terjadi. Emosi marah biasanya dieskpresikan dengan wajah memerah, rahang mengeras, tangan terkepal, dan atau berbicara kasar/keras.
- Takut - Khawatir; Cemas; Perasaan tidak aman (khawatir) terhadap sesuatu yang dapat menjadi bahaya/mencelakai. Emosi takut umumnya diekspresikan dengan gemetar, keringat dingin, keinginan untuk lari, sembunyi, atau menghindar.
Selain emosi dasar tersebut juga ada bebrbagai emosi-emosi lain seperti malu, terkejut, sayang, kecewa, cinta, percaya, bersalah, antusias, iri, bangga, jijik, dan lain sebagainya.
Cara Mengendalikan Emosi
- Mengenali Diri Sendiri - Cobalah untuk mengenal diri sendiri dengan cara instropeksi diri dan memikirkan matang-matang sebelum melakukan segala sesuatu.
- Tenangkan Diri - Apabila emosi mulai muncul maka segera tenangkan diri, diam, dan tahan untuk tidak melakukan apapun di bawah kendali emosi.
- Alihkan Perhatian atau Ungkapkan dengan Cara Lain - Apabila emosi sudah mulai mengambil alih maka segera alihkan untuk melakukan sesuatu yang lain seperti duduk, menjauh, bermeditasi, atau juga bisa diungkapkan melalui media lain seperti bercerita pada orang terpercaya (curhat) atau menuliskan dalam buku harian.
- Meditasi atau Mengingat Tuhan - Bermeditasi secara rutin untuk menenangkan pikiran juga berusaha untuk selalu mengingat tuhan pasti akan membantu dalam mengendalikan emosi kita.
Ciri-Ciri Pengendalian Emosi
- Kesadaran akan emosi - Hal pertama yang dirasakan oleh seseorang yang mampu mengendalikan emosi adalah tentang menyadari tentang emosi itu sendiri. Mereka tahu dan sadar kalau dirinya sedang memiliki emosi yang sulit untuk dikendalikan.
- Tidak bereaksi berlebihan - Setelah tahu dirinya sedang emosi bukan berarti seseorang harus menahan emosi itu sepenuhnya. Saat seseorang sedih, marah, ataupun senang, kita boleh saja mengekspresikan emosi-emosi itu dengan catatan tidak secara berlebihan.
- Adaptasi dan fokus pada solusi - Jika emosi itu datang karena adanya suatu masalah maka seseorang dengan emosi yang stabil akan berusaha bangkit dan fokus untuk menyelesaikan masalah dari pada tenggelam ke dalam emosi.
- Berpikir positif - Jika emosi datang dari sesuatu yang tidak dapat diubah seperti kematian seseorang terdekat, kita tidak bisa begitu saja melupakan emosi sedih semudah membalik telapak tangan. Rasa kehilangan dan kesedihan akan tetap datang, dan kita tidak perlu menahannya secara berlebihan. Kita hanya perlu tahu kapan untuk berhenti dan berpikir apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Seseorang yang kita cintai pasti tidak ingin kita terlarut dalam emosi karena kehilangan dirinya.
- Berdamai dengan diri sendiri - Memaafkan tentu adalah hal yang mudah untuk diucapkan, namun melupakan tentunya adalah hal yang berbeda. Kita harus memaafkan kesalahan orang lain tapi melupakan itu adalah keputusan kita sendiri. Yang menjadi fokus seseorang dengan emosi yang stabil adalah kenyamanan diri mereka. Mereka dapat memilih untuk menjauh dari seseorang yang telah menyakiti mereka meskipun mereka sudah memaafkan.
Membantu Mengendalikan Emosi Teman Sebaya
- Mendampingi di saat sulit - Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mendampingi mereka. Terkadang tidak perlu ada kata-kata yang keluar dari mulut kita. Mereka hanya ingin kehadiran kita di samping mereka.
- Mendengarkan mereka tanpa menghakimi - Selanjutnya kita bisa mendengarkan mereka tanpa menghakimi perbuatan mereka meskipun terkadang keputusan yang mereka ambil belum benar menurut pandangan kita. Bagi sebagian orang bercerita tanpa mendapatkan timbal balik sudah cukup untuk membantu mereka.
- Membantu menyelesaikan masalah - Jika dirasa kita mampu untuk membantu mereka, maka bantu untuk menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi. Namun perlu diingat kalau kita tidak boleh melakukan ini tanpa izin dari mereka. Seperti yang dijelaskan sebelumnya kalau tidak semua orang mengharapkan bantuan semacam ini. Kita perlu mengerti apakah mereka mengharapkan solusi dari kita atau hanya ingin kita menjadi pendengar.
- Memberikan pendapat dan nasehat - Setelah mereka dalam kondisi yang stabil, kita dapat memberikan pendapat atau nasehat tentang apa yang harus mereka lakukan. Meskipun pendapat kita dirasa pahit atau menyakitkan, hal ini perlu tetap disampaikan. Namun perlu digarisbwahi bahwa memberikan nasehat hanya ini hanya boleh dilakukan saat emosi mereka sudah benar-benar stabil sehingga kita tidak menambah beban mereka.

Komentar
Posting Komentar