Menyampaikan Pendapat dan Memimpin Diskusi dalam Pertemuan Pasukan Penggalang
Menyampaikan Pendapat dan Memimpin Diskusi dalam Pertemuan Pasukan Penggalang
Setiap orang memiliki kebebasan untuk berbicara dan menyampaikan pendapat. Hal ini tertuang dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap individu memiliki hak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Oleh karena itu seseorang bisa menyampaikan semua buah pikiran mereka kepada orang lain secara bebas, namun bukan berarti melanggar aturan-aturan yang berlaku.
Ketercapaian Kecakapan:
- Dapat menyampaikan pendapat dengan baik dalam pertemuan pasukan penggalang. (Ramu)
- Dapat memimpin diskusi regu. (Rakit)
- Dapat memimpin pertemuan pasukan penggalang. (Terap)
Diskusi Dalam Pertemuan Pasukan Penggalang
Pendapat secara singkat dapat diartikan sebagai ide, pikiran, pertimbangan, ataupun saran yang disampaikan oleh seseorang dalam sebuah forum diskusi, pertemuan, atau perkumpulan. Tujuan dari menyampaikan pendapat adalah untuk membantu sebuah kelompok mengambil keputusan yang terbaik. Dalam hal ini pramuka penggalang diharapkan mampu untuk berdiskusi atau menyampaikan pendapat yang baik dalam sebuah pertemuan atau rapat anggota penggalang.
Dalam pertemuan pasukan penggalang setiap anggota idealnya dapat berkontribusi untuk menyatakan pendapat mereka. Selain itu, seorang pemimpin rapat juga dibutuhkan agar pertemuan bisa berjalan dengan baik untuk mencapai tujuan diadakannya pertemuan tersebut. Untuk itulah nantinya seorang angota pramuka penggalang tidak hanya harus mampu menyatakan pendapat mereka tapi juga mampu memimpin sebuah diskusi entah diskusi dalam skala kecil seperti dalam regu atau diskusi dalam pertemuan seluruh anggota pasukan penggalang.
Menyampaikan Pendapat dalam Pertemuan Pasukan Penggalang
- Bebas - Bebas arinya adalah setiap orang berhak untuk menyampaikan pendapat dan tidak ada yang boleh untuk menolak tanpa berdiskusi terlebih dahulu. Meskipun pendapat yang disampaikan mungkin berbeda, seseorang tidak berhak untuk menolak secara langsung dan tetap menampung serta menjadikan pendapat tersebut sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan final.
- Logis - Selain bebas suatu pendapat juga harus logis. Maksudnya adalah meskipun semua orang berhak menyampaikan pendapat dengan bebas, namun setiap pendapat itu harus masuk akal (rasional) dan sesuai dengan topik pembahasan. Pendapat itu tidak boleh asal-asalan dan harus memiliki alasan yang jelas.
- Tanggung Jawab - Tanggung jawab artinya setiap pendapat yang disampaikan harus sesuai dengan norma yang berlaku dan orang yang berpendapat harus siap untuk menerima konsekuensi (akibat) dari apa yang ia sampaikan.
- Meminta izin pada ketua diskusi atau anggota yang lain sebelum menyampaikan pendapat.
- Menyampaikan pendapat dengan cara yang sopan serta tidak menyakiti orang lain.
- Tidak memotong orang lain yang sedang berbicara.
- Menyampaikan pendapat yang rasional dan sesuai dengan nilai moral.
- Siap menerima sanggahan atau kritikan dari pihak lain (tidak memaksakan kehendak).
- Mengutamakan kepentingan bersama bukan hanya demi ego pribadi.
- Menerima dan melaksanakan hasil diskusi dengan lapang dada meskipun tidak sesuai dengan pendapat yang telah diberikan.
Memimpin Diskusi Regu
Diskusi regu biasanya terjadi dalam situasi yang non formal atau mungkin juga bisa jadi semi formal. Dalam hal ini seorang pemimpin regu (Pinru) atau siapapun yang mewakilinya harus bisa mengarahkan diskusi dengan baik. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan saat memimpin sebuah diskusi kecil seperti dalam regu di antaranya adalah sebagai berikut.
- Persiapan - Sebelum diskusi dimulai kita perlu untuk mempersiapkan diri. Kita perlu tau topik yang dibahas dan menyampaikan kepada anggota yang lain.
- Atur Suasana - Suasana yang nyaman bisa menjadikan diskusi berjalan dengan baik. Jangan ada terlalu banyak tekanan dan biarkan diskusi mengalir begitu saja selama masih dalam topik pembahasan.
- Jaga Fokus dan Arah Diskusi - Ini adalah aspek yang penting karena suasana yang terlalu nyaman juga bisa menghilangkan fokus. Seorang pemimpin harus bisa tetap menjaga fokus dan arah diskusi sampai diskusi dinyatakan selesai.
- Menjadi Penengah - Dalam diskusi tidak jarang terjadi konflik. Dalam hal ini pemimpin harus bisa merespon dengan cepat untuk menjadi penengah. Jangan berpihak pada satu sisi meskipun kita setuju dengan pendapatnya. Pemimpin harus bersikap netral dan menyelesaikan konflik dengan tidak menyakiti pihak mana pun.
- Buka dan Tutup dengan Baik - Diskusi membutuhkan pembuka dan juga penutup yang baik. Hal ini dilakukan agar anggota tau bahwa mereka sedang dalam diskusi dan hanya menyampaikan pendapat yang relevan. Setelah nantinya diskusi ditutup barulah mereka dapat membahas tentang hal-hal yang lain.
Memimpin Pertemuan Pasukan Penggalang
Pertemuan pasukan penggalang biasanya bersifat semi formal dan memiliki skala yang lebih besar dari diskusi regu. Dalam hal ini memang tidak semua orang memiliki kesempatan untuk memimpin pertemuan karena bisa jadi yang memimpin pertemuan adalah kakak pembina, para dewan penggalang, pratama atau para pemimpin regu. Tapi walaupun begitu kita setidaknya harus tau apa yang perlu dilakukan oleh seorang pemimpin pertemuan pasukan penggalang. Berikut adalah langkah untuk memimpin pertemuan pasukan penggalang dengan baik.
- Pembukaan - Karena sifat pertemuan pasukan penggalang yang umumnya semi formal seperti dalam pertemuan rutin mingguan atau bulanan, maka perlu adanya pembukaan. Pembukaan ini bisa dimulai dengan salam, berdoa bersama, dan kata pembukaan.
- Gunakan Bahasa yang Sopan, Jelas dan Mudah untuk Dimengerti - Dalam memimpin pertemuan kita perlu menggunakan bahasa yang sopan dan suara yang bisa didengar dengan jelas sampai ke belakang. Selain itu bahasa yang digunakan juga harus bisa imengerti dengan baik oleh para peserta pertemuan.
- Tampung Semua Pendapat - Siapapun yang berpendapat dalam pertemuan harus ditanggapi dengan baik. Walaupun pada akhirnya tidak semua pendapat akan dilaksanan namun setiap pendapat perlu untuk dijadikan bahan pertimbangan.
- Jaga Situasi Tetap Kondusif - Apabila terjadi sebuah konflik atau perbedaan pendapat, pemimpin pertemuan harus bisa menjaga agar tidak ada pertengkaran. Pemimpin harus bisa menyelasaikan konflik tanpa menyakiti pihak mana pun.
- Tidak Ada Diskusi dalam Diskusi - Ini adalah salah satu bagian yang sangat penting untuk menjaga arah diskusi. Usahakan hanya ada satu orang yang berbicara dalam satu waktu dan bergantian dengan yang lain. Jangan sampai ada pembahasan yang berbeda dalam satu waktu dan tempat diskusi yang sama. Pemimpin pertemuan harus bisa menjaga agar tidak ada anggota yang mendiskusikan hal lain.
- Persingkat Pertemuan - Apabila mufakat telah tercapai meskipun waktu masih lama, maka segera akhiri diskusi. Jangan sampai diskusi terlalu panjang dan membahas hal yang tidak jelas.
- Penutupan - Sama seperti pembukaan, akhiri pertemuan dengan kata penutupan, membaca doa dan salam.

Komentar
Posting Komentar